Featured Post 6

Minggu, 04 Januari 2009

ASMA’UL HUSNA

Karya : Ummi Salwa

Tahun ini nyanyi asma’ul husna sangatlah marak sekali, malahan Pemda mewajibkan guru-guru mengajarkan anak-anak tentang asma’ul husna dan mengafalkannya, nyanyinya begitu indah sekali, ya tentu dong….. asma’ul husna merupakan nama-nama Allah yang mulia dan indah. Nah sekarang aku punya cerita nih, Pada awal tahun 2008 kemaren departemen agama (depag) ulan tahun, nah kami dapat tugas dari sekolah untuk tampil pada perlombaan lagu asma’ul husna mewakili depag, satu kelompok itu ada 6 orang……dengan Pd kami latihan……..sebenarnya kami ngak hapal dengan Asma’ul Husna, dalam waktu dua hari kami hafal, ternyata ngak hafa-hafal, jadi kiranya teman-teman saya sepakat kami tampil pakai jimat dengan keyakinan orang –orang pun pasti ngak hafal.

Pada hari rabu datanglah kami ke kantor depag, untuk mengikuti lomba, ternyata apa yang kami temukan di sana orang pada hafal semuanya, hati saya berdebar kalau begini situasinya malu saya tampil nih , kita seorang guru masak Asma’ul Husna tidak dapat, masak harus lihat jimat, anak-anak ujian saja dilarang lihat jimat….(katanya ?) eeeeeeeeee……kelompok pertama telah tampil, mereka bagus sekali, saya tambah cemas, kemana ya harus saya surukkan mukaku ini….seumur-umur dari SD sampai saya Pascasarjana ngak pernah ujian lihat jimat (hee…….grrrr ni…. Beda dengan anak-anak sekarang ujian negara aja lihat jimat yang paling aneh dan memalukan guru yang menyuruh melihat malahan ikut mencarikan jawaban…..pantas aja bisa lulus seratus persen, Pendidikan Indonesia sekarang memang kacau dan amburadul kapan Indonesia akan mempunyai generasi yang jujur dan bersih nih…), sekarang di depan umum saya akan melihat jimat, waduh gimana ni……apa saya harus cabut ya…..????

Akhirnya dalam waktu yang singkat…. Kami terpanggil…saya melangkah dengan menunduk, posisi kami menyanyi duduk jadi kututup tanganku dengan jilban dan saya hanya menunduk kebawah, saya ikuti saja gerakan mulut teman-temanku menyanyi, sampai turun saya sudah tidak kuat lagi menanggung malu. Akhirnya selesai juga tak sanggup rasanya melihat muka para tamu, malu sekali, hatiku berkata ya Allah cukup sekali ini…..aku seperti ini….

Beberapa minggu kemudian kiranya kami dapat harapan 1, ya wajar aja peserta Cuma empat kelompok……eeeeee…dapat nomor satu terakhir. Kami dapat hadiah buku keluarga sakinah tapi kasihan aku ngak kebagian, dan uang Rp. 50.000, uang itu kami bagi 6, dapat Rp. 7000 seorang.

Pelajaran yang kudapakan sekarang aku sudah hafal dengan Asma’ul Husna padahal selama ini aku ngak hafal, malu gitu lhoh seorang guru pesantren ngak dapat Asma’ul Husna.

2 komentar:

hahaha...lucu juga ceritanya..makanya jangan anggap sepele segala sesuatu ok.

nah.....
gak boleh pakai jimat ....
karna gak halal tu
palagi yang disebut asma'ul husna
makanya serahkan semua pada Allah

Poskan Komentar